Toloong..!” jerit Rosmeri makin keras sambil menendang-nendangkan kedua belah kakinya saat mereka mulai menggeraygi tubuh bagian bawahnya dgn buas.“Hentikann..! Bokep Family Lalu ia mulai menjelajah daerah leherku, dijilatnya leher dan telingaku sampai memerah. Mungkin memang aku yg beranggapan salah..“Kok belum tidur?” Tiba-tiba saja kudengar suara Mas Tono di sampingku mengagetkanku. Aku sempat berpamitan dgn mereka sebelum aku kembali berjalan menuju pintu keluar saat tiba-tiba salah seorang dari mereka memanggilku..“Sis.., Temenin kita main dong..!” serunya.“Kita taruhan. aku telah telanjur ’sakit’..Kuambil kursi itu dari tempatnya semula. Tp aku diam tdk bisa menjawab. Oke?” ujarku sambil menunjuk ke arah sofa yg berada di pojok ruangan.“Tp Sis?” ujar Rosmeri dgn wajah ketakutan.“Udah, nggak apa-apa, elu nggak perlu takut..” sanggahku sambil tersenyum menenangkan hatinya, akhirnya Rosmeri pun berjalan dan duduk di sofa tersebut.Sudah lima game berjalan, aku menang dua kali dan kalah tiga kali, membuat aku harus menanggalkan jaket, blouse dan celana panjang yg kukenakan hingga saat itu hanya tersisa bra dan CD saja yg masih melekat di




















