Ia hanya menyapukan lipgloss tipis, yang membuat jantungku semakin deg-degan.Aku segera menancap gas menuju tol ke arah Ancol. Bokep Aku tidak ingin segera menyudahi permainan ini dengan tergesa-gesa.Aku mempercepat goyanganku ketika aku menyadari Eksanti hampir mencapai orgasmenya. Jam telah menunjukkan pukul 21:00 dan aku harus cepat pulang ke rumah, karena tadi aku tidak sempat membuat alasan untuk pulang terlambat. Aku hanya ingin memelukmu tanpa ada rasa takut, itu saja. “Pelan maas..”, ujarnya kali, padahal aku merasa sudah melakukannya dengan pelan dan hati-hati. Banyak pekerjaan yang menumpuk, karena kemarin tidak masuk ke kantor. Berulang kalih mengeluarkan kata-kata, “aduh..occh..”, yang diucapkan terputus-putus. Tetapi hal itu tidak akan berlangsung lama karena situasinya memang tidak memungkinkan. Lagian kalaupun bisa, aku tidak ingin bermimpi tentang kamu, Santi”, jawabku pura-pura memelas.




















