Jadi pada jam-jam tertentu–biasanya petang hari–Faried menjemputnya di rumah tersebut, membawanya ke tempat yang senantiasa berbeda-beda tergantung mana yang ditunjuk wanita itu, lantas mengantarnya kembali pulang setelah ‘bisnis’-nya usai pada jam-jam tertentu pula. Bokep China Ia menghirup rokoknya dalam-dalam. Ayu mendekap si sopir taksi sambil mendesis di sela-sela ciuman mereka. Tangan dan jemari Faried dengan lincahnya bergerak di sekujur badan Ayu, membuat wanita itu kegelian dan merinding. Ayu menatap wajah ndeso si sopir taksi, dia tersenyum penuh arti dan kemudian mencium keningnya. Ayu mulai tak canggung-canggung mengungkap riwayat hidupnya pada si sopir. Hanya kepalanya terangguk-angguk pelan menikmati lagu melankolis ‘When A Man Loves A Woman’-nya Michael Bolton yang mengalun dari radio di tape mobil Faried.“Omong-omong…Abang sudah punya pacar atau udah berkeluarga?” tanyanya tiba-tiba.Kontan Faried gelagapan dan agak kehilangan konsentrasi mengemudi.“Saya sih udah cerai Mbak” ia menjawab tersipu, “ya waktu masih di kampung dulu sampai sekarang yah ginilah, masih sendiri”Sebuah jawaban yang jujur terlontar dari mulut si sopir itu.




















