Ternyata isinya melebihi kewajaran tarip seorang dokter umum.Hari berlalu, ketika suatu malam saat aku akan mengunci kamar praktek, dihadapanku telah berdiri Pak Hamid.“Dokter, apakah masih ada waktu untuk periksa saya ? Bokeb sebuah benda lunak menyeruak bibir vaginaku. Sejak saat itu hidupnya membujang. Satu persatu pengikat BHku lepas sehingga tampaklah susuku yang masih sangat padat lengkap dengan putingnya yang berwarna coklat kemerahan dan sudah berdiri dengan pongahnya. Maaf saya datang terlalu malam karena ada pekerjaan tanggung”.Aku kaget karena kehadirannya tanpa aku ketahui. Sebuah benda yang tidur melingkar, tiba-tiba bangun karena sentuhanku…”Tapi jangan dikeluarkan di dalam ya Pak….”. Sekali lagi Pak Hamid mengajukan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulang kejadian itu. Ia menyerahkan botol air mineral kepadaku.“Maafkan aku dik Nastiti, aku khilaf, aku telah lama tidak merasakan seperti ini sehingga aku khilaf. Kejadian ini memukul perasaanku. Ahhh…… husss…….




















