Sergah Mbak Narsih dengan raut marah.Ayo lagi
Aku ambil sabun lagi. Film Porno Ada perasaan aneh menguasai diriku. Kuserahkan tas kresek dan uang kembalian, tapi Mbak Narsih tetep sibuk marut kelapa. Mas Pras mengelus kepalaku. Untung Mbak Narsih malah cerita kalau aku ternyata pinter masak. O, mungkin ini tanda Mbak Narsih hamil. Kakakku tidak salah memilih pasangan hidupnya. Tak ambilke, ya? Aku semakin tak bisa menahan kedutan di celanaku. Beliau masih sering tugas luar kota. Memang kesannya dia baru marah. Dikosoki, Kun biar dakinya ilang. Aku hidup bersama Ibu sejak kecil, karena ayah sudah lama meninggal. Karena aku tidak bisa benafas aku mencoba melepaskan diri. Luka itu akhirnya tertutup semua dengan sayatan buah papaya. Aku membuat kelalaian sedikit saja, bisa dia menyanyi sepanjang hari. Memang Mbak Narsih wanita cantik sempurna. Tanpa ba-bi-bu semua kulaksanakan. Mbak Narsih diam saja dengan sikap manis. Sayur juga sudah ada di meja makan. Cepat kupetik papaya di depan rumah ( padahal itu milik Lik Yanto, tetangga) kubelah pakai pisau.




















