Nelly tampak sungguh menggoda dengan salah satu jari di dalam mulutnya. Kedua tanganku mulai merayap naik ke perutnya yang datar, halus dan indah di balik kaos ketatnya. Bokep Cina “Shit what have I done,” kataku dalam hati takut ia marah. Lagu demi lagu dan jam demi jam berlalu, kami pun semakin merapatkan tubuh kami saat ruangan menjadi semakin dingin dengan udara malam menjelang pagi ditambah semburan AC. Semakin rapat sampai akhirnya aku dapat merasakan halusnya pipi Nelly menempel di pipiku. “Eh mau ke mana?”
“Ke kamar tidur sebentar.”
“Oke jangan lama-lama ya tidurnya,” kataku sambil membetulkan posisi dudukku di sofa. Dan aku pun kembali menemukan daerah baru untuk diekplorasi.Bersambung ke bagian 2 “Gue pusing nih,” katanya tiba-tiba sambil memegang kepalanya. Menit selanjutnya ia menegakkan badannya meninggalkan badanku dan merapikan kaos ketatnya sambil menebar pandangan ke sekeliling ruangan. Kami memang berasal dari dunia yang sama, dunia malam penuh narkoba, jadi hal itu sudah bukan hal yang asing bagi Nelly.




















