“Nduk.., (begitu panggilan sayangku padanya) kayaknya mau hujan nih..”. Bokep Colmek Saat kebetulan sampai di sana Enno memang baru menungguku. Maklum mendung dan gerimis. Kuhentikan secara mendadak ciumanku di lehernya, sempat kulirikhujan telah turun dengan derasnya bagai kesetanan.Enno sempat kaget saat kuhentikan ciumanku. Tak satupun kendaraanterparkir di sana. Meskipuntiada kata cinta yang terucap, aku hanya mengerti, apa arti senyumannya itu.Tanpa banyak tanya, aku starter lagi motorku yang sejak tadi kuparkir dipinggiran sungai Progo, aku pacu seolah ingin berburu dengan hujan yangsewaktu-waktu mungkin tiba. Dan apa yang kami rasakan pastilahbisa kalian bayangkan saudara-saudaraku…Tak berapa lama kemudian, kami putuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah,kepalang tanggung, jam sudah menunjuk angka dua. Lalu dengan kasar kunaikkan t-shirtnya sampai ke lehernya,kupegang pantatnya dengan tangan kiriku kuremas-remas dengan gemas, dan tangankananku menarik kutangnya ke atas searah t-shirt yang kuangkat tadi.




















