“Aku titipin kerumah neneknya” jawab dia sambil membawa minuman dari dapur.Kemudian dia tersenyum nakal. Aku kocok perlahan karena aku belum apa-apa, tapi sepertinya orgasme mbak Femi begitu hebat sehingga dia tetap tergolek lemas sambil tersenyum kecil seperti diawang-awang. Bokep India Aku menyusupkan tanganku kedalam celana dalamnya. Dia mencoba menekannya sekali lagi, tapi tetap aku tahan, dia semakin frustasi. “Maaf kenapa ?” tanyaku, sambil mengelus tangannya yg melingkar ke dadaku. “Iya nih mbak, kan deadline bulan depan” jawabku sekenanya, karena aku memang sedang sibuk mengerjakan tugasku yg bertumpuk. Aku tatap wajah mbak Femi dari antara selangkangannya, wajahnya terlihat tegang menunggu hal selanjutnya yg aku kerjakan.Kemudian aku kecup memek itu sekali lagi. Tapi aku tunda sebentar, aku cuma menggosok-gosokkan kepala k0ntolku ke bibir memeknya. Setelah beberapa saat mengingat-ingat, aku terperangah sebentar, karena aku gak duga becandaan aku minggu lalu jadi ditanggepin serius sama dia.“Wah maaf mbak, yg web site waktu itu ya, beneran nih ?” tanyaku penuh selidik.Agak lama aku menunggu jawaban sampai dia menjawab




















