Kamu pasti senang menyaksikannya, karena aku yakin kamu belum pernah menontonnya, lagi pula ini film baru” kata Alina sambil meraih kotak yang berisi setumpuk kaset VCD lalu menarik sekeping kaset yang paling di atas seolah ia telah mempersiapkannya, lalu memasukkan ke CD, lalu mundur dua langkah dan duduk di sampingku menunggu apa gerangan yang akan muncul di layar TV tersebut.Dag, dig, dug, getaran jantungku sangat keras menunggu gambar yang akan tampil di layar TV. Sebenarnya kedatanganku di kota Makassar ini justru karena dipicu oleh problem rumah tanggaku. Bokep HD Alina tiba-tiba bangkit dari pembaringannya.“Nis, apa kamu sering nonton kaset VCD bersama istrimu?” tanya Alina dengan sedikit rendah suaranya seolah tak mau didengar orang lain.“Eng.. Gimana kalau ganti posisi?” kataku sambil mengangkat tubuh Alina dan melapas rangkulannya.“Posisi bagaimana lagi? Masih banyak permainanku yang belum kutunjukkan” kataku berjanji akan mengulanginya.“Gimana kalau istri dan anak-anakmu nanti datang?” tanyanya khawatir.“Gampang diatur. Bukankah begitu Lin..?” kata Nasir seolah cari dukungan dari istrinya dan waktunya siap digunakan khusus untukku.“Ok,




















