Andai sajaaa…..“Eeh wi, udah dari tadi ?” Tiba-tiba Bondan bangun.“Damn, apa yg gue lakuin barusan. Bokep STW Tak lupa aku keluarkan hp dan ku buka pesan dari Bondan. Aku janji kamu juga akan mencintaiku”.“Semoga” jawab bondan datar.“Eeh kok itu kamu berdiri sih, isssh mesum. Aku-kamu, bahagia, nyaman. Kuraih tangannya dan ku arahkan ke payudaraku dan aku berinisiatif menciumnya kembali. Mana bondan yg gue kenal dulu ?”“Huuuffffttt” Bondan menjawab sambil mengangkat kedua pundaknya yg mengisyaratkan dia tidak bisa menjawab pertanyaanku.“Bondan bondan, move on dong. Assalamu’alaikum” sambungku.“Iye beres bosskuh, wa’alaikum salam.”Akhirnya setelah dewi menelpon, aku pun men-share lokasiku kepadanya.Sebenarnya aku faham betul bahwa kondisi seperti ini pasti bakalan terjadi, sehingga aku memutuskan untuk tidak berada di kedua rumahku. Mau ampe kapan gue nunggu lo buka hati buat guuuu…..”
Njiirrrr, tanpa sadar mulutku menjadi responsif terhadap hatiku. Ya, aku memang sedang berbohong tentang kegiatan Bondan, bahkan alasannya pun ku buat-buat supaya Bondan tidak terlihat buruk di mata mereka.




















