“Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan. Bokepindo “Kamu juga tumben Diet makan sendirian, biasanya khan sama grup band kamu?” kata Dina lagi. Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. “Oh.. Itu terlihat dari kesehariannya yang riang dan lincah saat dia berada di kampus. Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya lembut. Tak mengherankan jika, kalau Ananda mendapatkan kasih sayang secara penuh baik dari papanya dan juga Mamanya. “Selamat malam Om, Tante dan juga Ananda” tegurku sopan. Aku bertemu kembali dengannya tapi bukan di kampus seperti saat itu. Bibirnya sensual dan selalu basah alami tanpa olesan lipstik. Setelah selesai aku menyanyikan lagu itu, bersamaan juga saat aku bersama grupku mendapat kesempatan untuk break di session pertama. “Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan.




















