“Hei. Saya capek banget.”, pintanya dengan pelan. Film Porno Dasar. Meli diam saja, lalu dia menyahut, “Ga usah deh, Jim. “Pagi, Non.”, sapanya sopan. Ga cocok ama orangnya ya mbak? Entah maksudnya apa. “Oh ya…sip…”, erang Didik. “Oh, nikmat sekali anumu Mbak. Lumayan toh.”, ujar Didik sambil tersenyum. Soleh segera merogoh koceknya dan mengeluarkan beberapa lembar 50ribuan. Yah, kongkow-kongkow ngalor ngidul.Dia adalah salah satu temen wanita saya yang memilih jalan hidup yang ekstrim, yaitu
menjadi wanita panggilan alias bisyar alias pelacur. Bukan good friend, sih. Meli tidak menjawab. “Oh……”, erang Rahmat penuh nikmat. Nampak Meli masih memakai baju kuliahnya tadi pagi, sepotong kaus ketat pink dengan lengan yang pendek. Abdul kaget setengah mati, sampai dia hampir saja terjatuh sewaktu melepas celana panjangnya. Namanya Rahmat. Soleh dan Didik cuman tertawa lebar mendengarnya. Apa kamu kayak cie cie kamu juga?”, tanya Didik dengan agak keras. Sakit ya? Dia merasakan dinginnya udara AC yang menerpa kakinya. Meli dengan cepat turun dari ranjang dan memeluk
adik wanitanya itu.“Jangan kamu




















