Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya. Bokep SMA Hahahaha…”
Tapi Chie hanya terdiam, memeluk kedua lututnya. Selamat ulang tahun..!” Jay memukul kepalaku dengan sisi organizernya. “Ray, Aku masih perawan.”
Ah! Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan mengangkat kepalanya mendekatiku,
“Maksudmu apa?” desisku berang. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. Kami masih sering berkelana di dunia fana, menemani hantu-hantu malam yang berkeliaran di naungan kepak-kepak sayap cinta dan kasih sayang, mengembangkan layar mencari pelabuhan perhentian kami.Kami bertiga masih berteman. Aku mengenalnya sejak pertama kali kuliah. Baru kali ini aku menyemburkan spermaku di dalam liang kemaluan seorang gadis. Akhirnya Chie berhasil mendapatkanku. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat.




















