Sebelum masuk taksi, Mas Fredi menghampiri ayahku yang sedang membaca surat kabar di beranda“Saya titip rumah, Pak RT. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Bokep SMA Ayahku mengangguk.Fredi kemudian memeluk dan mencium pipi MbakMarissa mesra. Ah, aku merasa Mbak Marissa seperti sengaja ingin membuatku cemburu.Suatu sore, aku tengah membantu ibuku mengangkat jemuran di bagian belakang rumah ketika pintu di tembok belakang rumah diketuk-ketuk. Ia bicara dekat sekali di depanku. Rambutnya lurus panjang. Mereka akan berada diBanjarmasin sampai minggu depan. Mbak Marisa berdiri di sana.Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..“Punya lilin?” tanyanya. Aku membuka selot dan membuka pintu. Aku ingat itu pintu yang menghubungkan rumahku dengan rumah sebelah. Boleh, kan?” Mbak Marissa menunduk, mencoba mensejajarkan wajahnya denga wajahku.Ini membuatku dengam mudah melihat kepundan di dantara dua gunung indah di dadanya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku..“Mirza, aku tahu aku lebih tua darimu.




















