Aku membayangkan bentuknya. Masih terjebak di Cawang. Vidio Porno Masih terjebak di Cawang. Keringatku mulai menetes dari kening.Akhirnya bus berjalan. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Itu kaki orang dewasa. Hujan masih turun, rintik-rintik. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si “burung” nakal. Bagian itu kemudian digigitnya dengan bibirnya. Yang aku heran, penisku bisa masuk semua ke mulutnya. Dan tangan itu menemukan sasarannya. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Kali ini pelan-pelan. Ternyata dia mendengar. aku membuka mataku. Kali ini pelan-pelan. Si anak ternyata sudah tidak ada di pangkuan dia. Bus semakin sepi mendekati terminal Giwangan. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Dia menahan tanganku.“Jangan … “Aku nekat.“Jangan …” Ok. Langgananku selama 2 tahun terakhir.“Mbak, Sumber Alam yang Bisnis belum datang ya?” tanyaku kepada seorang petugas loket. Kalau saja ….Aku memandang ke samping. Tiga kali. Tiba-tiba jariku seperti ditumpahi cairan hangat. Sangat keras. Ada secarik kertas kecil di bekas tempat duduk ibu tadi.




















