“Maaf” katanya. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Bokep Barat Penny’ku dalam-dalam. Veggy’nya. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa. Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan




















