ujarku sambil mengajaknya pulang.Kami berdua berjalan melewati ruangan billiard. Toloong..! Bokep Arab jeritku sambil meraih pakaianku dan berlari menjauhi mereka, tapi salah seorang dari mereka dengan sigap menubrukku dari belakang, membuatku terhempas di atas meja billiard dengan posisi menelungkup dan laki-laki itu menindihku dari atas.Lepaskan..! Siapa tahu menang.., pikirku.Taruhannya apa? Saat itu sudah hampir jam sepuluh malam, tidak biasanya Rosa berani keluar malam-malam, pikirku heran.Gua abis dari mall di depan, ngecek ATM, siapa tahu kiriman gua udah sampai, buat nalangin bayaran elu, tapi ternyata belum sampai.. Aku berjalan lunglai dari ruangan karyawan, bingung memikirkan nasibku besok, saat kulihat Rosa sudah menungguku di ruang tungguGimana Is? gumamku pelan sambil menahan tubuhku yang berguncang saat laki-laki itu mulai memompaku.Oke.. Mereka adalah teman-teman dari pemilik club tersebut.




















