sshh, teriaknya menggelinjang sambil mencabuti bulubulu dadaku. Bokep Tante ejeknya di sela tangisnya.Aku terdiam. Kemaluanku kukocok sekuat tenaga ketika spermaku muncrat. Kuoleskan liur yang menetes itu ke batang kemaluanku, juga ke kemaluannya. Tapi dia tidak berani menatap wajahku.AuhhgghhJangan dilepas seruku tertahan.Aku jongkok dengan mengarahkan kepala ke sela pahanya. nanti ngebanguninnya susah, katanya polos.Di kala otakku sudah kesetanan, tibatibaJangan berisik atau pisau ini akan merobek lehermu, ancamku seraya menempelkan pisau lipat yang biasa kubawa. Batang kemaluanku itu kuarahkan ke liang kemaluannya.Jangann kumohon Donh jangan.. Sempit sekali lubang itu. Hah? Aku membenamkan wajahku di dadanya dan terlelap bersama.Besoknya kami bangun bersamaan, masih berpelukan. Sesekali dia juga ikut mengusap batang kemaluanku dengan air ludah yang dikeluarkannya lagi di telapak tangannya. Ada kesakitan, ada dendam, tapi ada juga makna sayang, dan gairah yang hangat.




















