Dengan ide yang cemermalang terlintas di benakku untuk merayu dengan posisi yang sama. Bokep russian Rahmah tidak tahu kemana lagi mengadukan nasipnya, hanya di benaknya bagaimana bisa makan dan tidur. Desakan ini aku tidak mudah terpengaruh, karena takut ada kejadian yang tidak di inginkan nanti.Kurang lebih 30 menit hari hampir pagi jam 4.23 Wibb aku menghubungi Ramah melalui ponselnya. Selama satu jam aku di café itu, tiba-tiba ponselku bunyi dengan nada panggilan. Aku jawab lagi ia tante.Kami langsung menuju ke arah Simalingkar salah satu café and bar dekat Hotel Royal Sumatera. Baru Ramah tahu mulai dari perteman tadi dianya ngomong aku rekam. sementara di dalam café pengunjung sepi ” inilah yang terlintas dalam benak penulis.Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang. Nanti sakit, inikan masih hujan…! “abang kok tega kali merekam suara Ramah, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ? Aku jawab dengan nada yang ramah serta menebar senyuman yang memikat hati Ramah agar ianya




















