“Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Chie, gadis penuh pesona.Januari 1999“Raaayy! Bokep Indo Aku dapat merasakannya dari setiap pertemuan kami, dan aku menghargainya. “Ach,” erangku. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu. Dan itulah Jay, kembaranku, sobat terbaikku.Surabaya, awal Agustus 1999“Chie…”
Kurasakan nafas Chie yang memburu saat mulutnya melumat bibirku dan jemarinya membuka kancing-kancing bajuku. “Aku juga, Chie. Aku juga seperti dia.Seperti Jay. “Chie..” desahku. Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku. Jay. Jay berpaling, menatap pandanganku. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Akhirnya Chie berhasil mendapatkanku. Jay, kenapa dia bisa setenang itu, kenapa seakan ia tidak mau melihat apa yang sedang terjadi?“Ray, aku sayang kamu,” Chie memelukku dengan kedua lengannya.




















