Ayo … dong ….” Kataku memberi semnagat. Sejenak aku bisa melupakan semua kesulitan dan masalah yang membelit keluargaku. Bokeb Asyik sekali yang barusan itu ….” kata Pak Broto sambil kembali mengenakan pakaiannya. EENNNNNNAAAAAKKKKKHHH !!!” teriakku. Aku sudah gak tahan lagi,” kataku. Kedua kakiku kini menjuntai lemas. Aku sudah tidak peduli lagi. Aku merelakan keperawananku untuk membayar utang Abah.Di sini, di kamar ini, untuk pertama kalinya aku melayani laki-laki. Shhhhh …. Aku terkesiap. Taman di belakang rumah tidak terlalu terbuka. Setiap kali Pak Broto mendorong masuk kontolnya, memekku menjadi agak kempot dan ketika kotol itu ditarik keluar, memekku menjadi agak gembung. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi menerimanya. “Ahhhhhh … ahhhhhhh …. Aku terus bejalan tanpa mempedulikan mereka. Lidah kami bertemu dan bergelut di dalam mulutku. Aku merasa seperti seorang koboi yang sedang menunggang kuda.“Oooooohh … yeahhhhhhh ….




















