“Wulan nggak usah takut, tokh nanti kalau kamu kerja juga bersama dengan mbak Lenny, jadi rahasiamu juga jadi rahasia mbak Lenny ya!” Wulan hanya diam saja dengan wajah merah menatap Lenny yang tersenyum manis kepadanya. “Masak dada Wulan sebesar itu, kelihatannya kok nggak ya !” “Benar kok Pa, Wulan nggak bohong”, jawabnya mengajuk “Coba Wulan buka jasnya, biar Bapak bisa melihat lebih jelas !” Tanpa ragu ragu Wulan berdiri dan melepas jasnya, ternyata Blouse Wulan tak berlengan sehingga aku dapat melihat lengannya yang putih mulus itu. Bokepindo Hesti menatap pandanganku dengan berani meskipun tetap sopan. Aku sejenak terpana memandangnya, tetapi aku langsung dapat menguasai diriku dan berdiri dan berjalan memutari mejaku mendekati Wulan. Aku kurang suka dengan Hesti ini karena badannya terlalu langsing meskipun susunya kelihatan cukup montok untuk badan selangsing dia itu.














