dan aku milikmu ..”“Kau lonteku tak berhak ngatur” kataku dengan nakal“Jadiin aku pacarmu deh” pintanya dengan mengelus kepalaku“Beri dulu Febbiola .. lama tak disetubuhi ya?” tanyaku sambil tiduran di sampingnya dan kuberikan senyuman mesra.Diva menikmati orgasmenya, tubuhnya melemas dengan cepatnya dan kubiarkan saja dengan memandangnya matanya masih merem, lalu pelan pelan membuka matanya, melihatku tersenyum Diva membalasnya“Terima kasih Han .. Bokep Family kalo seluruhnya ya mana mau” ujarku sambil menetralkan dirinya dan kembali tertawa, menyunggingkan senyum nakalnya, matanya menatapku seolah ingin menelanku.Hari itu Diva menggunakan pakaian yang sangat mengundang birahiku, belahan dadanya terbuka lebar, sedang roknya hanya pendek sekali sehingga kemulusan pahanya membuat aku suka kebablasan bicara, namun hal itu malah disukai Diva.Maklum sebagai seorang janda, kebutuhan seksnya harus disalurkan atau menjadi beban dirinya. Bahkan lama-lama Diva memancingku agar lebih berani mendekatinya, ketika kami semakin akrab untuk rembugan masalah webnya.“Lantas untuk jatah seksnya gimana Mbak Diva?” tanyaku tanpa melihatnya dengan menulis di agendaku“Ih ..




















