Mereka berdua pun melambaikan tangan, menghidupkan mesin motornya dan melesat turun ke kota.Ketika aku masih bengong melihat Winny dengan pacarnya sudah melesat pergi, tiba-tiba dari belakang di tepuk pundakku oleh Pak Bandung, salah seorang panitia yang telah kukenal sebelumnya.“Hayo! Aku hanya memejamkan mata keenakan.“Enak Om?” tanyanya.Aku hanya mengangguk, mulut rasanya sulit berkata karena hampir tak percaya kejadian yang baru saja tadi. Bokep Mom Tercium, bau parfum yang wangi dari tubuhnya. Aku segera mengajak Winny meninggalkan tempat itu.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Kulihat Winny juga telah datang dan tengah menikmati sarapan pagi yang memang telah disediakan oleh pihak panitia.Aku mendekat dan menyapa “Pagi Win, gimana kabarnya, gimana malam minggunya, asyikkan, saya tahu lho Win malam itu kamu tidak pulang ke rumah tapi entah bermalam dimana” kataku mencoba menebak-nebak sambil duduk didekat Winny yang lagi sarapan pagi.“Ah, Om ini sok tahu, kalau ya terus mau apa, kalau tidak trus gimana” jawabnya agak ketus.“Ya, nggak apa-apa, wong aku cuma bercanda, kok” aku balas menjawab.“Gimana Win, nanti habis pelajaran malam kita




















