Mbak Juminten menatap ke lantai, pikiranya tetap kalut. “Den…apa aden yakin …?” Tiba2 dirinya berucap. Bokep Barat “Deenn..cabut deen…” Serunya panik sambil menekan perutku ke belakang. “Mbak..mbak..hati2 klo ngomong..”Aku menghela nafas menahan gejolak batin. Nafas mbak Juminten terdengar menderu. Hingga pada sebuahpagi di hari sabtu aku tersadar serta terjebak dalam lamunan mengenai mbak Juminten. Ruangan kamar lumayan gelap, hanya sebagian tubuh atas kami yg terkesan jelas. “…..ya ndak papa den…mmm..yo wis..lupain aja..” Serunya, dirinya melangkah ke dapur tanpa menantikan reaksiku selanjutnya. Aku juga makin tidak jarang menghabiskan waktu di luar bersama kawan2 di akhir pekan. Sebentar saja seluruh tubuhnya telah ku jamah. Kami kembali sama2 membisu. Aku tetap menciuminya membabi buta. “Jgn berpikir gitu..saling bantu wajar aja mbak..”
“Yo wis, kelak tidak bilangin sama bunda mertua, dirinya tentu seneng..”
“Iya mdh2an jalan mbak..semangat yg penting..”Jawabku.




















