Rasanya tak ada lagi bagian badanku yg terlewatkan dari jamahannya. Ternyata Om Lamhok tak menggenakan apa apa dibalik kimononya. XNXX Jepang Dirumah kutumpahkan semua kekesalanku dgn menangis sepuas puasnya, sepertinya aqu tak punya pilihan lagi, bila tidak segera dioperasi ibuku akan meninggal tapi memilihan lain aqu harus menyerahkan keperawananku pada Bandot licik yg mengincar keindahanku. Dalam keadaan rapi Aqu keluar dari kamar mandi, Kulihat Om Lamhok masih duduk di Sofa sembari memegang botol minuman.“Aqu ingin pulang Om… perjanjian kita sudah selesai..!” kataqu sembari meraih tas kecil milikku diatas meja.“Belum selesai Shinta… aqu masih belum puas… !” kata Om Lamhok sembari berdiri menghampiriku.“Tapi..bukankah Om Lamhok tadi sudah mendapatkan keperawananku..sesuai dgn kesepakatan kita..!” kataqu sembari menepiskan tangan Om Lamhok yg berusaha menjamah dadaqu.“Memang benar..tapi aqu merasa belum puas..!” kata Om Lamhok tersenyum kurang ajar.“Aqu tak mau lagi Om… aqu mau pulang … !kataqu sembari melangkah cepat menuju pintu keluar kamar.“Shinta… aqu akan menelpon ke Bank dan membatalkan cek yg kuberikan padamu bila kamu menolaknya..!” Ancam










