Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Bokep Colmek Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Erik sangatlah baik padaku. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.




















