Aku benar-benar berteriak histeris. Bokep China Aku pun melakukannya. Perkenalan awal lewat internet kemudian berlanjut ke pertemuan kami. Aku tidak lebih dari barang-barang miliknya yang lain. Kini aku semakin tidak berdaya. Tidak dapat dielak lagi, cairan lilin panas itu menghujani daerah anusku dan sebagian masuk ke lubang anus.Kali ini aku tidak hanya berteriak tapi juga membentur-benturkan pantatku ke tempat tidur untuk menahan sakit. Tetapi Nyonya Hana hanya tersenyum.Dia lalu meneteskan lilin itu ke bagian-bagian tubuhku yang sensitif. Tes.. Dia adalah majikanku. Kedua putingku terasa sakit dan mengeluarkan darah.Nyonya Hana kemudian memakaikan sebuah kalung anjing di leherku dan menyuruhku untuk berjalan merangkak mengikutinya seperti seekor anjing. Dua cambukan menghajar punggungku dengan keras. Aku benar-benar merasa sangat rendah saat itu. Setelah selesai, Nyonya Hana kemudian mengacak-acak rambutku, sehingga penampilanku seperti orang gila saat itu.Tidak berhenti sampai di situ, Nyonya Hana lalu memberiku tulang ayam goreng yang sudah sedikit dagingnya. Punggungku kembali terasa sakit karena luka cambukan semalam belum sembuh.




















