Saat aku berada di atas Rachel, kujilati payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang-panjang lagi, aku mulai menekannya dengan nafsu dan tentunya penisku sudah masuk ke dalam vaginanya yang sangat nikmat itu. Bokep Montok Dia memang menjerit pertamanya karena menahan rasa sakit dan saat kulihat ke bawah, lantai penuh dengan darah perawannya dan dia langsung ngomong sama aku, “Sebagai rasa cintaku sama kamu, aku persembahkan keperawananku buat kamu… kamu bisa lihat ke lantai sebagai bukti.” Aku nggak berbicara apa-apa cuma bilang “I love you” saja sebelum kucium mulutnya. “Si Rachel loe apain tuch… teriakannya sampai kemari.” Terus aku berkata ke dia, “Michelle.. Saat ini, umurku 21 tahun dan aku kuliah di luar negeri, tepatnya di Sydney, aku ambil gelar sarjana di sana. Saat aku belajar itulah, muncul teman Rachel, namanya Michelle (bukan nama asli juga), dia ini satu kota denganku, aku ini dari Bandung, dia juga satu sekolah samaku cuma aku




















