ayok keburu jam makan siang selesai nih”Aku Ruri Tiansyah dan juga Ifa Sartika kemudian melangkahkan kaki kami menuju sebuah kantin dekat dengan kantor pemerintahan tempat dimana kami berkerja untuk menyantap makan siang kami.“Ehh teh, gimana kabar Aldi, nggak apa-apa dia sendirian sama pembantu di rumah.”“Nggak kok.. Ba.. Bokep Brazzers tapi bener juga sih teh, hehehe.”Akhirnya obrolan kami sedikit terhenti karena pesanan makanan kami sudah datang di meja. ya.. Wajahku berusaha untuk melihat kearah dalam lagi namun tubuhku berhenti seolah hanya mengijinkan wajahku untuk masuk.Dan apa yang aku lihat sunggu di luar dugaan, dan ini menjelaskan asal muasal suara aneh yang sekarang semakin jelas di telingaku. Jangan disini.” ucapkan sekali lagi dengan mata sayu bertatapan dengan Denny.“Oke diluar saja yah..” ucapnya mengiyakan permintaanku.Aku antara lega dan kuatir, ucapanku ini memang menghentikan aksi Denny yang pasti akan membuat kami ketahuan karena desahanku, tapi juga ucapanku ini membawaku ke aksi Denny yang lainnya.Belum lama aku banyak berpikir, aku sudah dikagetkan dengan tubuhku yang tiba-tiba melayang, untungnya




















