Setelah melewati puncak kenikmatan
tersebut, maka kami terkapar dalam keadaan lemas sambil tetap
berpelukan dengan erat. Bokep Family Basah baik pada lubang kemaluanku maupun sekujur
tubuhku yang penuh oleh peluh keringatku maupun keringat dan cairan
liur Lexy (ia sangat aktif menjilati sekujur tubuhku baik leher hingga
ke payudaraku). Lantas ia
merebahkanku di jok tengah Escudo milikku dan merebahkan sandarannya. Makin lama cumbuan Lexy semakin hebat
dan herannya aku yang biasanya sangat jijik kepadanya seperti
terbangkitkan gairah birahiku, apalagi Lexy tidak hanya mencium pundak,
tengkuk dan telingaku saja, namun tangannya juga telah mulai bermain
mengusap-usap daerah terlarang milikku. Sehingga tanpa kusadari, aku justru mencengkeram kepala Lexy dan
menekannya ke arah kemaluanku agar rangsangan yang kuterima semakin
kuat. Dengan perlahan-lahan suatu kesadaran mulai
merambati pikiranku, seperti awan yang ditiup angin, aku mulai
menyadari apa yang sedang terjadi pada diriku. “Mari saya bantu, kamu pegang samping kanan ini yach”, ujar Lexy
memberi aba-aba agar aku berada di belakang samping kanan Panther
sialan itu. Terus terang aku sempat berfikir kemaluanku bakal
terasa sakit seandainya dia benar-benar menyetubuhiku, namun ternyata
itu semua hanyalah khayalanku belaka, karena




















