“Hmm, okay deh. Bokep Ojol “Maafkan aku…”
“Dia masih tinggal di sini? Kami berakhir di ranjangnya, tubuh telanjang dan masih meresapi sisa-sisa kejadian yang baru saja lewat. Aku merasa tidak nyaman, well, at least tidak di tempat begini. Aku serius!” Akhirnya aku benar-benar menghentikan gerakannya, karena detik berikutnya aku tampar kepalanya. Aku langsung menolak, karena waktu itu aku memang mau ke undangan pernikahan kawan dekatku. aku kan mesti kerja.”
“Sebentar saja, satu jam. you… my… baby..!” kemudian turun lagi ke leherku, setiap inci kulitku merasakan kehangatan yang dia berikan lewat bibir dan lidahnya, kadang giginya menggigitku pelan memberiku kenikmatan yang lebih dalam. Aku Kelvin. Di luar sepi-sepi saja, hanya ada satu dua orang yang sedang berbelanja. “Hmm, okay deh. Kelvin terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan. Dia bekerja di dealership ini di bagian sales. Di sela-sela ciumannya, ternyata aku masih ingat akan gaun yang akan menutupi tubuhku di pesta besok, “Uhhh Kelvin… bajuku belum dibayar… hati-hati…” Kalimat ini malah mengingatkan dirinya




















