Bayangkan ini sudah hampir 20 menit, beliau terus bergerak kontinyu sampai pada suatu titik,“Ahh.. Bokeb Sementara aq sendiri betul-betul masih menggantung, posisiku bahkan belum berubah, mengangkang di ranjang, sehingga dari sebelah meja kerja Papiku pastilah selangkanganku tampak terlihat jelas.Papiku duduk di ranjang di depanku sambil memegangi kepala kemaluannya yg tampak memerah. Yg wanita dan yg sudah pernah melakukan senggama dan menikmatinya, pasti setuju, ya nggak! Aq merasa bersalah dan aq menanyakan apa yg bisa kuperbuat untuknya. Sementara aq sendiri masih dalam kondisi menggantung, ketika semprotan-semprotan ganas itu terlontar seperti semprotan pemadam kebakaran.Papiku tampak melenguh-lenguh tertahan ketika dari ujung kemaluannya menyemprot-nyemprotkan tak kurang dari 8 kali semprotan cairan putih kental, padahal tangannya hanya bergerak mengocok sekali untuk dua kali semprotan. Kulihat dia tersenyum. Tampaknya beliau salah tingkah harus bersikap apa, aq kan anaknya.Beliau tampak memandangiku dan perlahan-lahan menggerakkan tangannya menjamah toketku dan meremasnya perlahan sekali. Beliau bangkit dan mengunci pintu. Papiku berhenti dan memandangku, dia tdk menolak, tdk berkomentar apapun.




















