Aku harus sabar menuggu kesempatan terbaikku, menggapai ‘Trophy’ kemaluan Nenek yang memang tidak semudah seperti saat aku meminta di belikan mainan atau uang jajan dari nya. Kesenggol lagi ya Mbak?” tanyaku sambil mencoba bangkit, meneliti tangan mana yang telah kurang ajar menyakiti payudara Mbak Sekar. Bokep Jilbab/Hijab Kurasa baru itu ‘starter kit’ yang aku punya. Meski saat itu aku baru lima tahun, tapi keingin-tahuanku atas banyak hal sangat besar. Kalau sudah begitu, biasanya, aku akan langsung mencak-mencak membela Mbak Sekar. Theng.. Entah, tak mampu aku imajinasikan. Lagaknya masih seperti ketika ia muda di jaman Tempo Doeloe. Ha ha ha.” kadang bahkan terdengar menyakitkan di telinga orang beradab. Aku tersenyum kecut, penuh rasa takut campur malu, saat suara nenek menggelegar memecahkan keheningan suasana. Aku tak lagi perduli, apapun yang terjadi, malam ini aku harus tahu.




















