“Biarin.. “Biarin.. Bokeb Jangankan batang hidungnya, telepon saja tidak kuterima. lagian Aa kenapa malam banget sih baru datang ke sini?” rajukku kesal. “Hehe bukannya remang-remang gini malah tambah asyik!” goda Aa sekali lagi. “Ihh nggak lagi.. Kucubit lengan Aa mesra. Perlahan-lahan Aa menurunkan ciumannya, dari bibir Aa terus turun ke leher dan aku hanya mengerang kecil. Beberapa saat kami saling meneliti lekuk tubuh masing-masing.“Kamu terlihat begitu cantik Val, tidak sama seperti yang di photo yang kamu kirimkan!” Aa menggodaku perlahan. Jangankan batang hidungnya, telepon saja tidak kuterima. Dan yang membuatku bahagia Aa bisa membuat aku bahagia malam ini dengan obrolan-obrolannya yang lucu namun tetap memiliki style yang unik.Malam itu kami merayakan pertemuan kami di pub, aku yang belum pernah minum-minuman kelas tinggi harus menerima juga, bukan apa-apa, aku ingin jaga gengsi saja, bukannya aku tidak ingin dikatakan gadis kampungan yang cara berpikirnya kolot.Alhasil.. Pelan-pelan kubawa jari-jemari Aa ke bibirku dan menciumnya lembut. Kurasakan jari-jemari Aa meremas jemariku, lembut dan hangat.




















