Manusia hina! Bokep Montok Tangan-tangan Mauli mencengkeram pantat bulat Kiani; terlihatlah tato hati yang dibuat si Jaket Hitam di atas pantat kiri Kiani. Dia duduk di atas tempat tidur sambil tangannya meraba-raba daerah intimnya sendiri. “Tolong… gituin lagi… jangan godain… augh… ahh…”Serta-merta si Jaket Hitam menarik jarinya dan menyerahkan Kiani ke tangan belasan anak buahnya yang sudah merubung. Mau ikut aku aja? Di kepalanya dia juga mengenakan topi polisi. TRAK! Buka!” Penonton ingin lebih. Lima orang sexy dancer baru saja menyelesaikan tarian erotis yang menggoda para pengunjung klub, yang berkerumun di sekeliling panggung dengan tampang mupeng sambil bersuit-suit dan berusaha menjamah mereka. Memek kamu sendiri tuh. Kiani menoleh dan melihat Mauli membuka celana. Kemudian dia berdiri tegak lagi, berbalik menghadap penonton, dan menjilat-jilat ujung pentungan.Dia lalu menaruh pentungan itu di panggung dan melepas topinya. Si Jaket Hitam menggenggam kain berwarna coklat di tangannya.“Kiani Irawati,” kata si Jaket Hitam, membaca tulisan yang tertera di gumpalan kain coklat yang tadinya adalah seragam Kiani itu.




















