Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Bokep rusia Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Aku mendesah panjang. Aku berteriak. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Maria. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku.




















