Kumanjakan diriku dalam pelukan air hangat di bathtub, hampir 30 menit aku berendam dengan santainya.Aku terkaget dan ketika kurasakan sesosok tubuh memasuki bathtub, tentu saja si juling JJ karena memang hanya ada dia.“Boleh ikutan kan sayang” sapanya tanpa menunggu jawabanku tubuhnya sudah memasuki bathtub, air menjadi tumpah semua dan bathtub itu serasa terlalu kecil untuk kami berdua. Kugoyangkan pantatku mengimbangi gerakannya, bukannya karena aku mulai bernafsu tapi lebih berharap supaya Pak Bambang cepat selesai dan aku bisa melihat permainan Ana dan Tyo.“Oh no.. Bokep Montok Kini mereka saling mengocok sambil berpelukan seakan melupakan keberadaanku di kamar itu.Tiba tiba telepon berbunyi, dengan seijin Pras, kuangkat, ternyata si Indri, dia kaget saat tahu aku ada di kamar Pras, padahal sudah aku kasih tahu tadi. Sebenarnya bisa diduga maunya tapi aku pura pura nggak tahu, nggak enak rasanya kalau cari tamu tanpa setahu JJ karena dialah yg memiliki aku malam ini.“Aku tadi lihat kamu keluar dari toilet” katanya, tapi aku cuek saja.“Emang kenapa?” jawabku, untunglah Pras




















