Hendra mendekatiku mencoba memberikan selimutnya. Dia membasahi memekku dengan mengecup ujung luar lubang itu. Bokeb Aku, putriku dan Bik Sumi tidur di dua bed depan. Hendra mengambil tisu membersihkan tubuhku. Aku, putriku dan Bik Sumi berangkat menuju rumah Hendra. Aku dan Hendra berdiri di warung pinggiran, di situ menjual minuman hangat serta jagung bakar yang khas. Aku terbaring lemas. Memang benar apa kata Hendra, masuk ke kamar ada ruang tamu bed 2. Padahal di samping aku ada Bik Sumi, aku takut jika mereka terbangun melihat aku tidur dengan Hendra.“Hen, apaan sih kok tidur di sini..”
“Aku pengen menikmati malamku bersamamu Rin..”
“Jangan Hen, aku sudah berkeluarga aku nggak mungkin menghianati Ma Seno..”
“Sudahlah jangan menolak aku tahu kamu rindu belaian laki-laki kan?”Hendra langsung mencium kening aku kemudian bibir aku dia kecup. Tiba-tiba Hendra mengusap keringatku. “Ayo Hen kita pergi..”
“Iya Karin, tunggu sebentar kameraku tertinggal..”Setelah semua sudah siap aku dan Hendra menuju Puncak, perjalanan sekitar 3 jam dari rumah. Karena yang menikahi aku adalah seorang pengusaha




















