Sebentar lagi kita akan Mendarat. Bokeb Phong memperlakukan tamunya begitu istimewa seperti anda,” tuturnya.Aku hanya tersenyum saja, dan tak mungkin rasanya aku menceritakan semua kejadian yang menimpa putri Mr. Phong. Dari jendela pesawat, aku melihat gedung-gedung pencakar langit yang banyak bertebaran di Bangkok, ibukota Thailand yang dijuluki sebagai negara “Gajah Putih” itu.Oh, ya. Dengan langkah pasti ia mendekati si cewek yang sedang memainkan gerakan erotis di atas altar yang berada di depan kami. Di balik pakaian yang dikenakannya, aku pastikan cewek tersebut tidak memakai apa-apa, sehingga terbayang jelas payudaranya yang montok, padat, berisi dan juga terlihat bulu-bulu halus di sela-sela selangkangannya. Besok jam berapa pesta pernikahannya?” Tanyaku.“Aol sudah tahu itu, dan dia akan mengatur semuanya nanti. Charles Phong…?” tanya saya dalam bahasa Inggris pada cewek itu, untuk memastikan apakah benar ia datang untuk menjemputku.“Sandy…?” cewek itu bertanya sambil menurunkan kertas karton yang dipajangnya tadi, sehingga tampaklah bongkahan dadanya yang membusung dibalut kaos ketat yang melekat di tubuhnya.




















