Akunya.Aku hanya bisa diam sambil terus menangis menerima seluruh perlakuannya.Oke, sekarang jangan nangis lagi ya.. Nggak apa apa deh sekali ini aja.. Bokeb jeritku saat kurasakan ada yg terkoyak di dalam liang memekku.Rasa perih langsung melanda di seluruh kemaluanku, kedua tanganku mengepal dengan keras, tubuhku menegang dan mataku melotot. Kedua belah tangan kuatnya menahan katupan pahaku dan batang k0ntolnya mulai menekan lagi. Banyak dari mereka yg berusaha mendekatiku tapi aku masih takut dan enggan untuk menanggapinya, aku lebih senang sendirian, aku merasa bebas dan tidak terikat.Singkat cerita aku diundang untuk menghadiri reuni SMA tempatku sekolah dulu, maklumlah sejak lulus SMA sampai saat kuliah dan bekerja, kami memang sudah sangat jarang bertemu.Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam saat aku tiba di pelataran parkir sebuah kafe di bilangan Jakarta selatan, tempat reuni SMA ku di adakan, saat itu aku mengenakan pakaian kerja, rok span hitam dan kemeja putih dan aku memadukannya dengan blazer hitam, aku memang tidak sempat berganti pakaian karena kesibukanku di kantor,




















