Entah berapa lama kami terbuai tinggi, terlenakan gelombang hasrat yang terpuaskan di dalam suatu gulungan orgasme yang begitu dahsyat……Jakarta, 2 Desember, 04.12 AMAngin pagi Jakarta meniup lembut rambutku yang basah tak beraturan di teras apartemen, sementara di belakang sana Revy sedang sibuk mencuci piring. Kali ini Revy memang benar. Bokep Indo “Ryo….eenngghhh…”, jerit Revy lirih, seakan memberi tanda kepadaku bahwa ia pun sedang mendekati orgasmenya yang kesekian kali. Dia memelukku erat seakan tidak akan pernah ia lepaskan. Untung cuma SMS, coba kalau phone call yang masuk, bisa bikin ribut seruangan meeting donk. “Ryoo….eennngghhhh…..aahhhhh..”, teriaknya tertahan ketika orgasme itu kembali menggulungnya, menyeretnya ke dalam lembah kenikmatan hingga ke dasarnya.Kini ia merebahkan kepalanya di pundakku. Sesak rasanya nafasku demi mendengar semuanya. Casablanca, jelas terlihat dari lantai 7 ini. Datar tanpa kejutan, tanpa gejolak. Namun yang terasa kini semata rasa bersalah menghujam batinku pilu. Ia kini sedang menyelesaikan kuliahnya di Boston, USA. God damned, I hate those ring……Malam semakin larut, ketika kuputuskan untuk berpamitan dan pulang.




















