Dengan pandangan benci aku menatap pak Edy. Kedua lenganku didekap dari samping tubuhku oleh satu lengan mereka, sedangkan tangan mereka yang menganggur mulai meremasi payudaraku.“Eliza, Pandu dan Dedi ini adalah anak teman bapak. Bokep Ojol Ada yang perlu saya tanyakan berkaitan dengan bazar kemarin”, kata pak Edy. “Aku ikut sayang”, kata Jenny, bikin aku tersenyum geli. Kira kira panjangnya hampir 20 cm, dan diameternya mungkin nyaris 5 cm. Aku merinding mendengar pujian yang tak sepantasnya dilakukan oleh seorang wali kelas terhadap muridnya.“Pak, apa tidak ada perlu penting? Tadi kamu mengintip dengan Jenny kan”, tanya pak Edy sambil tersenyum menjijikkan.Kata katanya membuat aku serasa disambar petir.“Apa maksud bapak?”, dengan panik aku bertanya setengah membentak.Kedua siswa bejat yang masih asyik meremasi payudaraku ini tertawa mengerikan.“Sederhana Eliza, Jenny juga harus dibungkam. Aku menggigit bibir, ketika usapan lembut dari tissue yang dilakukan Jenny pada bibir vaginaku, membuatku kembali terangsang.




















