Ia tampak kaget. Bokep India Keseharianku di rumah ini lumayan nyantai. Bunda gak merasa kamu melakukan kesalahan…selama ini bunda merasa kamu selalu bersikap baik pada bunda. Pasti ada sesuatu yang membuatmu berubah gitu,” kataku sambil membelai rambutnya yang agak gondrong,
“Kamu gak merasa kalau bunda sayang sama kamu ?”
“Iya Bunda….saya merasakannya.”
“Nah kalau gitu, kenapa kamu masih merahasiakannya sama bunda ? Dan terdengar suaranya sendu,
“Bunda…maafkan saya, Bunda…” Aku agak kaget. Pada waktu suamiku pulang, kuhidangkan kue-kue buatanku yang kusimpan di kulkas itu. Hebat dong. Tak lagi terpecah-pecah. “Taulah…soalnya sejak saat itu kamu suka bermurung-murung dan jarang bicara.”
“Iya Bunda…tebakan Bunda benar…”
“Nah…sekarang bunda mau diapain kalau sudah begini ?” tanyaku sambil menciumi pipinya. Di dalam kamar mandi kutanggalkan celana dalamku, satu-satunya benda yang sejak tadi tetap kubiarkan melekat di tubuhku. Sejak aku menjadi istri Kang Eman, ke mana-mana aku suka dikawani oleh Prima. Siapa tau bunda bisa bantu cari jalan keluarnya.” Tiba-tiba Prima turun dari bedku.Lalu berlutut di lantai, sambil menempelkan wajahnya di lututku.




















