Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Bokep Thailand Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. “Maria, kamu adalah milikku seorang.. Itu namaku. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. “Aaahh..!!”
Aku menjerit dan mulai menangis lagi. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Tapi Erik menahanku dengan kuat. “Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. “Maria, kamu adalah milikku seorang.. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku.




















