Dia mengambil brosur hotel yang disediakan di sudut meja resepsionis. XNXX Jepang Cinta sedikit berbisik, kemudian berjalan menjauhi kekasihnya. Ini adalah harapan terakhir Cinta. Tak ada salahnya ia bertemu dengan Om Ridwan untuk sekedar ngobrol. Insting kewanitaannya langsung bereaksi kalau ini bukanlah sekedar telepon menanyakan kabar. Cinta membatin.“…Dia cerita semuanya tapi Om gak bilang kalo Om itu kenal sama kamu. Menerima ‘klien’ bermodal besar membuat Cinta menjadi banyak memiliki kenalan kelas atas. Om Ridwan mengangguk. Cinta berdecak kagum dengan harga kamar hotel yang tertera di brosur. Om Ridwan terlihat begitu tenang mengikuti segala kemauannya. Om Ridwan berdehem. Laki-laki paruh baya itu bergelar doktor lulusan dari salah satu universitas di luar negeri. Sebuah hal yang biasa bagi Cinta, sehingga ia terlihat tidak terlalu terganggu karenanya.Cinta mengalihkannya pandangan dari layar smart phone yang dipegangnya. “Aduh kejauhan Om, rame lagi, gimana kalo cafe *** aja?”. Khusus untuk ‘aktifitas’ yang satu ini, mungkin tidak satupun dari sahabat Cinta yang akan pernah menyangkanya. Mungkin saja ia baru selesai




















