“Maaf ya An, kami tak bermaksud menyakitimu. Dalam dekapan tiga pasang tangan, aku orgasme beruntun. Bokep Praktis hanya kami berdua aja”. Sehingga aku taruh aja di atas player VCD dalam buffet kami. Aku terdampar di pantai kenikmatan yang tak pernah kucapai. Sementara mereka masih tetap telanjang, tidak berusaha untuk menutupi aurat mereka. Aku memberikan roti yang telah berisi selai kepada suamiku. Ingin sekali saya bertanya, namun kata-kata sepertinya terpaku dalam mulutku. Rasa hausku hilang, namun ada semacam perasaan aneh yang tak bisa kulukiskan. Soalnya semalam kami ngobrol sampai larut malam”! “Jam tujuh lewat” kataku langsung memberikannya handuk. “Maaf say, sekali lagi maaf…” Aku tidak bereaksi, sampai mbak Sally duduk di sampingku dan mulai mencium telingaku. Dan yang membuatku kaget adalah mereka sebenarnya tidak peduli dengan film yang ada di layar TV, namun ketiganya lagi asik bercinta bareng! Suamiku balas memelukku, mencium keningku kemudian langsung tertidur. Habis mana mas Edy bangun kesiangan, lagian pembantunya lagi cuti.




















