Aku mengurungkan niatku. Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Bokep Tobrut Aku mengikutinya. Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah juniorku. Lalu vaginanya, basah sekali. Kalau saja, tidak keburu wanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumat Si Junior. Lalu asyik membuka tabloid. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Aku terlambat setengah jam. Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokan depan, kurang lebih 100 meter lagi. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Sial. Angin menerobos dari jendela. Aku menurut saja. Sial. Ia menekan-nekan agak kuat. Kerjaan hari ini sudah kugarap semalam. Aku tidak berani menatap wajahnya. Kring..!“Mbak Wien, telepon.” kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. suara itu lagi, suara wanita setengah baya yang kali ini karena mendung tidak lagi ada keringat di lehernya. Hah..? Itu artinya ia tidak mau diganggu.




















