Aku tak bisa membayangkan, kalau tanteku itu melihat batang kemaluanku. XNXX Jepang Sepiring nasi dengan ikan saus padang dan juga sambal rica-rica.“Lukas, maafin Tante ya soal yang tadi,” ucapnya di tengah makan kami.“Gak apa kok, Tan. Aku langsung berdiri walau nyeri sedikit bertambah. Aku mengambil nasi dan lauk paukku.“Makan, Tante,” ujarku dengan sopan.“Iya,” jawabnya dengan singkat sebelum is kembali menyantap makanannya.Aku menyantap makananku dengan lahap. Setelah beberapa saat, barulah ia membuka matanya tersebut.“Tante! Tanganku memegang pegangan tangga sebagai tumpuan. Wanita itu menatap diriku ini dengan wajah yang sangat khawatir.“Maaf, Tan. Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini. Kalau tak salah, itu adalah harum dari sabun mandi tanteku, bukanhandbody-nya.“Lukas, kamu baik-baik aja kan? Dia pandai mijit kok, iya kan, Sayang?”Tanteku hanya tersenyum mendengar pujian dari pamanku. Obatin tuh keseleo kamu. Menaiki tangga dengan perlahan sambil menahan sakit, akhirnya aku bisa sampai ke lantai atas dengan selamat.Sesampainya di kamarku, aku langsung mengganti




















