tiba tiba….“udah pulang kamu?” tanya ida diiringi dengan senyum
“sorry yah tadi gue nggak sempet masak, kita delivery aja yah” sambungnya. Ida semakin mengejang hebat dan mencoba menarik rambutku agar kepalaku menjauh dari vaginanya, tetapi seperti yang ku baca di buku jika terjadi hal seperti itu kita malah sering menghentikan permainan. XNXX Bokep Ku teruskan permainanku hingga kurasakan suatu cairan keluar membasahi lidahku. Ida hanya menggumam sambil meremas buah dadanya. Ida menarik tanganku dan menempelkan telapak tanganku ke selangkagannya. Setibanya di rumah keadaan sepertinya masih sama seperti dulu saat aku masih membujang, tidak ada yang berubah,….. Entar masuk angin loh” suara Ida terdengar di pagi hari saat ku coba untuk mengumpulkan nyawa,
“nggak apa-apa,…….kalo gue tidur ama lo, entar kesannya gimana gitu” kataku sambil mengusap mata
“gue buatin kopi mau nggak?” tanya Ida
“nggak, nggak usah gue bisa buat sendiri kok” jawabku
“udah, nih…” ujar Ida sambil menyodorkan secangkir kopi kepadaku, setelah itu dia duduk tepat disampingku, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan.




















